Pangdam VI/Mulawarman Tinjau Progres Lahan Ketahanan Pangan Nasional di Tenggarong Seberang
Pangdam
VI Mulawarman Heri Wiranto bersama Dandim 0906 Tenggarong meninjau lahan
cadangan ketahanan pangan nasional
TENGGARONG, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Heri
Wiranto kembali meninjau lahan cadangan
ketahanan pangan Nasioanal di Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang,
Rabu (16/12/2020).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dandim
0906 Tenggarong Letkol. Inf Charles Alling, Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin
Ginting, dan Sekretaris Daerah Kukar Sunggono.
Pangdam VI/Mulawarman Heri Wiranto
mengatakan, untuk kedua kalinya meninjau lahan ketahanan pangan Nasional,
dimana ketahanan pangan termasuk dari program intergrited farming sistem, maka
dari itu untuk nenaksimalkan program tersebut harus bersinergi semuanya baik
itu Kodam VI, Korem 091, Kodim 0906 Tenggarong, OPD terkait dan masyarakat
setempat .
"Program tersebut kita buat intergrited
farming sistem, sebuah program ketahanan pangan yang tidak hanya pertanian,
melainkan ada perkebunan, peternakan, perikanan, dimana secara intergrasi
saling menguntungkan baik masyarakat setempat maupun Desa atau Orang luar yang
melakukan hubungan kerja sama" Kata Heri kepada media, di Desa Tanjung
Batu, Rabu (16/12/2020)
Lanjut dia, untuk luas ketahanan pangan ada
460 Hektare, dan pengerjaan awal di mulai dari 3 Hektare, dan nantinya secara
bertahap di kerjakan 100 Hektare, 100 Hektare dan seterusnya, target untuk
pengelolahan lahan sisanya di perkirakan September 2021.
"Untuk dempflot atau lahan pengerjaan
awal 3 Hektare telah di tanami padi, sayur sayuran, dan penaburan bibit ikan
patin sebanya 2000 ekor, saya sakut atas kinerjanya Kodim 0906 Tenggarong dan
yang lainnya sangat bagus memuaskan" Paparnya.
Sementara itu Dandim 0906 Tenggarong Charles
Alling menuturkan, lahan ketahanan cadangan pangan Nasional yang ada di Desa
Tanjung Batu sebagai pillot project intergrited farming sistem, dimana ada
perikananya, perkebunan, pertanian, peternakan.
"Meskipun belum secara ideal
infrastrukturnya namun sudah terbuka dan saat ini sudah memasuki 1,5 bulan
perjalanan operasional dari awal hingga sekarang" Ucap Charles
Ia menambahkan, selama 1,5 bulan cakupan luas
lahan yang sudah terbuka adalah 42 Hektare, dari 42 Hektare tersebut sudah bisa
di kelola.
"Kita harus bersinergi, baik itu TNI,
pihak Desa, PT Bumi Hijau Pangan (BHP), pemerintah daerah maupun Masyarakatnya
untuk mencapai target yang maksimal" Katanya
Sementara itu Sekretaris Daerah Sunggono
menambahkan, tahapan tahapan yang sudah dilakukan adalah mengumpulkan semua OPD
terkait dan memastikan bahwa semuanya terlibat baik secara teknis maupun
administratif, dimana nantinya lahan tersebut akan di masukkan kedalam
Peraturan Daerah (Perda) sehingga kegunaanya tidak di peruntukkan yang lain.(*riz/poskotakaltimnews.com)